Fish

Sabtu, 23 Juni 2012

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP

Makhluk hidup mempunyai ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan benda tak hidup. Ciri-ciri tersebut antara lain sebagai berikut :

1. Makhluk Hidup Bernapas (Respirasi)
Bernapas atau respirasi merupakan proses keluar masuknya udara dalam saluran pernapasan. Pada saat kita bernapas kita mengisap oksigen. Di udara tidak hanya terdapat oksigen, tetapi juga terdapat unsur-unsur yang lain, seperti nitrogen dan karbon dioksida. Unsur-unsur ini juga terhirup melalui hidung.
Pada saat kita menarik napas, komponen unsur disekitar kita adalah 79,07% nitrogen (N2), 20,9% oksigen (O2), 0,03% karbon dioksida (CO2) dan 15 unsur lain. Pada saat kita mengembuskan napas, komposisi unsur udara di sekitar kita adalah 79,8% nitrogen, 14,6% oksigen, 5,6% karbon dioksida (CO2) dan 1% unsur lain.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pada waktu bernapas, kita mengisap oksigen lebih banyak daripada yang dihembuskan. sebaliknya, kita mengembuskan karbon dioksida lebih banyak daripada yang dihisap.
Pada waktu kalian bernapas, gas nitrogen dan karbon dioksida akan ikut masuk. Namun, gas-gas itu tidak diikat oleh hemoglobin yang merupakan protein dalam sel darah merah. Hemoglobin yang terdapat pada sel darah merah cenderung mengikat oksigen. Selain mengikat oksigen, hemoglobin dapat juga mengikat karbon monoksida. Dengan demikian, dari berbagai gas yang masuk ke paru-paru hanya oksigen dan karbon monoksida yang diikat oleh hemoglobin darah.

2. Makhluk Hidup Bergerak
Pernahkah kalian memperhatikan kuda berlari, manusia berjalan, ikan berenang, dan bunga menguncup? Apabila kalian perhatikan, semua makhluk hidup dapat bergerak. Gerak yang dilakukan makhluk hidup merupakan salah satu reaksi dalam menerima rangsangan. Kepekaan makhluk hidup untuk memberikan tanggapan atau respons terhadap rangsang yang diterima disebut iritabilitas.
3.  Makhluk Hidup Membutuhkan Makanan dan Minuman (nutrisi)
Setiap makhluk hidup memerlukan makanan dan minuman untuk bertahan hidup. Fungsi makanan adalah untuk memperoleh energi atau tenaga, melakukan pertumbuhan, dan mengganti sel-sel yang rusak. Minuman atau air berfungsi sebagai pelarut utama di dalam tubuh.
Pada tumbuhan, makanan dibuat melalui proses fotosintesis. Dalam proses tersebut, karbon dioksida bereaksi dengan air yang menghasilkan zat tepung atau karbohidrat. Proses ini dibantu cahaya matahari dan zat hijau daun atau klorofil. Proses fotosintesis ini dapat ditulis sebagai berikut:
Karbon dioksida + Air   -------------------> Karbohidrat + Oksigen
Cahaya matahari
6CO2       +         6H2O ------------------> C6H12O6 + 6O2
Klorofil
Dengan demikian, proses fotosintesis berlangsung jika terdapat zat hiaju daun dan cahaya matahari yang cukup.

4. Makhluk Hidup Tumbuh dan Berkembang
Bagaimana cara makhluk hidup tumbuh dan berkembang? Pada mulanya makhluk hidup berukuran kecil, kemudian berkembang menjadi besar. Mengapa demikian? Makhluk hidup tumbuh menjadi besar karena selnya bertambah banyak dan ukurannya bertambah besar.
Selain tumbuh dan berkembang menjadi lebih besar, terjadi pula perubahan dari bentuk yang sederhana menjadi kompleks dan sempurna.
Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk kurva dengan menggunakan busur pertumbuhan atau auksanometer. Pertumbuhan dipengaruhi oleh faktor keturunan, makanan, dan hormon dalam makhluk hidup. Sedangkan, perkembangan adalah suatu proses menuju ke tingkat kedewasaan, ditandai dengan adanya peningkatan kualitas sebagaimana layaknya makhluk hidup dewasa. Dengan demikian, perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran panjang atau sentimeter.

5. Makhluk Hidup Mengeluarkan Zat Sisa (Ekskresi)
Dalam tubuh makhluk hidup terjadi perombakan zat makanan untuk menghasilkan tenaga dan zat sisa yang harus dikeluarkan. Secara alamiah semua organisme akan mengolah zat makanan untuk diambil unsur pentingnya, sedangkan sisanya dibuang. Kadar zat sisa yang tinggi dapat membahayakan tubuh. oleh karena itu, zat sisa harus dikeluarkan dari tubuh.
6. Makhluk Hidup Berkembang Biak (Reproduksi)
Setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk berkembang biak atau bertambah jumlahnya. Hal ini bertujuan untuk melestarikan jenisnya. Makhluk hidup mempunyai cara berkembang biak yang berbeda-beda, misalnya Amoeba dengan cara membelah diri, manusia dan hewan menyusui berkembang biak dengan cara melahirkan, serta katak dan ular dengan cara bertelur.
 7. Makhluk Hidup Menyesuaikan Diri dengan Lingkungan (Adaptasi)
Apabila mengalami perubahan lingkungan, makhluk hidup akan berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan di sekelilingnya. Penyesuaian diri dengan lingkungan ini disebut proses adaptasi. Jika suhu lingkungan terasa lebih panas atau lebih dingin dari pada suhu tubuhnya, makhluk hidup akan berusaha melakukan adaptasi atau penyesuaian diri dengan lingkungannya.
Hewan dan manusia memiliki cara yang berbeda untuk mengendalikan suhu tubuhnya. Misalnya, hewan berdarah panas, seperti gajah, menyemprotkan air keseluruh tubuhnya pada siang hari yang panas. Hewan berdarah dingin, seperti iguana, berjemur di terik matahari untuk menjaga suhu tubuhnya. Adapun manusia mengatur suhu tubuhnya dengan mengatur jenis pakaiannya.
Selain beradaptasi terhadap faktor suhu, makhluk hidup melakukan penyesuaian diri terhadap pH atau tingkat keasaman tanah, cahaya matahari, kelembapan, zat kelembapan, zat makanan, dan kadar garam atau salinitas.





Tinggalkan Komentar .....

Tidak ada komentar: