Fish

Sabtu, 30 Maret 2013

Reproduksi (Generatif) Tumbuhan Tingkat Rendah

Reproduksi generatif pada tumbuhan tingkat rendah dapat dibedakan menjadi empat cara berdasarkan bentuk dan ukuran selnya. Keempat cara tersebut yaitu konjugasi, isogami, anisogami, dan oogami.

a. Konjugasi 
Konjugasi adalah peleburan dua buah sel kelamin yang tidak dapat dibedakan jenis kelaminnya, misalnya pada Spirogyra. Untuk membedakan sel kelamin tersebut dengan melihat individu yang memberikan dan individu yang menerima sel kelamin. Individu yang memberikan sel kelaminnya disebut sel kelamin jenis plus (+), sedangkan penerimanya disebut sel kelamin jenis minus (-).
Konjugasi Spirogyra
Lihat gambar konjugasi Spirogyra diatas. Disana diperlihatkan dua benang Spirogyra saling berhadapan, masing-masing akan membentuk tonjolan. Setelah tonjolan berlekatan, dinding sel yang bersentuhan larut sehingga terbentuklah saluran yang menghubungkan kedua sel tersebut. Kloroplas pada sel menghilang. Sitoplasma dari sel jenis (+) berpindah ke sel jenis (-) dan melebur menjadi satu. Hasil peleburan ini membentuk zigot. Zigot membentuk dinding pelindung dan menjadi zigospora. Zigospora akan lepas dari benang Spirogyra dan jatuh ke dalam air atau lumpur. Jika keadaan lingkungan telah memungkinkan, zigospora tumbuh menjadi benang Spirogyra baru.
b. Isogami
Isogami adalah peleburan dua sel gamet (jantan dan betina) yang sama besarnya, dan sama bentuknya. Gamet ini juga belum dapat dibedakan antara gamet jantan dan gamet betina.  Tumbuhan yang berkembang biak melalui isogami, misalnya Pediastrum, ganggang Ulotrich, dan  Chlamydomonas.
c. Anisogami
Anisogami adalah peleburan dua sel gamet jantan dan betina yang berbeda ukurannya, tetapi sama bentuknya. Gamet jantan lebih kecil ukurannya daripada gamet betina. Biasanya kedua gamet tersebut berflagel. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan anisogami adalah Ulva. Reproduksi dengan cara anisogami disebut juga reproduksi heterogami.
d. Oogami
Oogami adalah peleburan dua gamet yang sudah memiliki perbedaan yang jelas. Gamet betina berukuran besar  berupa sel telur, tidak dapat bergerak, dan dibentuk oleh oogonim. Gamet jantan lebih kecil, berflagel, dan dibentuk dalam ateridium. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan oogami adalah  Chara, Nitella, dan Oedogonium.
 



Tinggalkan Komentar.......
 

3 komentar:

Khafidhotul Khasanah mengatakan...

yang vegetatifnya gimana?

Qadri Anthy mengatakan...

click here -->

http://qadrymetamorphosis.blogspot.com/2013/04/reproduksi-vegetatif-alamiah-tumbuhan.html

fadhil muhammad mengatakan...

kalau informasi ini pustakanya dr mana ya mba?